Sabtu, 09 Juli 2011

PERENUNGAN MAKNA PERJAMUAN KUDUS

Pada perjamuan malam terakhir, Kristus menghendaki kita merayakan perjamuan kudus untuk mengenangNya. Mengenang Kristus berarti mengalami kehadiranNya seperti murid-muridNya dahulu mengalami kehadiranNya bersama mereka. Mengenang Kristus juga berarti menyadari secara pribadi seluruh kehidupan Kristus yang diberikanNya bagi keselamatan dunia, sejak Ia lahir, melayani, menderita sengsara, mati, dibangkitkan, dan dimuliakan di surga.
Marilah kita merenungkannya. Pertama, apakah kita benar-benar rindu untuk berjumpa secara pribadi dengan Kristus, untuk mengalami kasih, kuasa, dan kebenaranNya yang memperbaharui hidup kita? Kedua, apakah kita menghayati bahwa seluruh kehidupan dan karya Kristus, yaitu kelahiranNya, pelayananNya, penderitaanNya, kematianNya, kebangkitanNya, kenaikanNya ke surga, sampai dengan kedatanganNya kembali, berkaitan erat dengan kehidupan kita?
Pada perjamuan malam terakhir, ketika Kristus memecah roti dan mengangkat cawan, Ia membagikan tubuh dan darahNya kepada murid-muridNya. Menerima tubuh dan darahNya berarti dipersatukan dengan Kristus sehingga Ia menjadi Kepala dan kita adalah tubuhNya. Menerima tubuh dan darahNya berarti dipersatukan dengan semua orang yang juga menerimaNya, menjadi satu tubuh dan satu roh.
Marilah kita merenungkannya. Pertama, apakah kita menghayati bahwa Kristus adalah Kepala atas seluruh kehidupan kita, dalam hidup berjemaat dan bermasyarakat, dalam keluarga dan pekerjaan kita? Kedua, apakah kita menghayati bahwa kita adalah anggota tubuh Kristus, yang saling mengasihi seorang terhadap yang lain?
Ketika kita bersatu dengan Kristus, Roti Hidup yang dipecah-pecahkan bagi dunia ini, kita pun dipersatukan dalam kematian dan kebangkitan Kristus. Dipersatukan dengan Kristus berarti diutus untuk mengosongkan dan menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus. Dipersatukan dengan Kristus berarti diutus untuk memberi hidup kita demi keselamatan dunia.
Marilah kita merenungkannya. Pertama, apakah dalam persekutuan dengan Kristus, kita mau berkorban bagi sesama kita? Kedua, apakah kita me-nyadari bahwa sebagai anggota tubuh Kristus di tengah-tengah dunia, kita menjadi mata dan telinga bagi Kristus, yang melihat dan mendengarkan, serta peduli terhadap kebutuhan dan masalah sesama kita? Sudahkah kita menjadi mulut bagi Kristus yang menyuarakan kebenaran dan keadilan dalam lingkungan kita? Sudahkah kita menjadi tangan bagi Kristus yang berkarya memperjuangkan damai sejahtera di manapun kita berada?
Kiranya Roh Kudus menolong kita dalam mempersiapkan diri untuk merayakan setiap Perjamuan Kudus yang kita ikuti. (gki) 


UCAPAN TERIMA KASIH

Segenap Pengurus PemuJa & Panitia Retreat PemuJa 2011 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
- Kel. Bpk. Gembala                                  - Kel. Bpk. Willy Sutikno
- Kel. Bpk. Totok Suhadi                           - Kel. Bpk. David Irooth
- Kel. Bpk. Kahar Reppy                           - Kel. Bpk. Dhian Candra
- Kel. Bpk. Chandra Tanuwijaya               - Kel. Bpk. Billy Tehubijuluw
serta seluruh jemaat GPdI AGAPE yang telah memberikan dukungan, baik berupa doa, tenaga, dan materi, sehingga Retreat PemuJa 2011 dapat terselenggara de-ngan luar biasa. Tuhan Yesus memberkati. 


JADWAL IBADAH SEPEKAN
 
DOA PAGI
Senin - Sabtu, , Pkl. 04.00 WIB
Tempat : Gereja GPdI Agape Jl. Taruna

MEDZBAH KELUARGA
Senin, 11 Juli 2011, Pkl. 19.00 WIB
Pelayanan Konseling & Doa Kunjungan
Mohon menghubungi Bp. Gembala ( : 8555930

DOA PUJIAN & PENYEMBAHAN
Selasa, 12 Juli 2011, Pkl. 19.00 WIB
Tempat : Gereja GPdI Agape Jl. Taruna
Pemimpin pujian : Ibu Kahar

IBADAH KAUM WANITA 
Rabu, 13 Juli 2011, Pkl. 19.00 WIB
Tempat : Gereja GPdI Agape Jl. Taruna

IBADAH PRIA AGAPE
Kamis, Minggu I & III,  Pkl. 19.00 WIB
Tempat : Gereja GPdI Agape Jl. Taruna

IBADAH FAMILY AGAPE
Jumat, 15 Juli 2011, Pkl. 19.00 WIB
- FA 1 :  Koord. Pdt Jeane Arina - ( : 031 - 8555930
  Tempat : Kel. Ibu Yuharto PWI II Blok B-17
- FA 2 :  Koord. Bp. Bambang - ( : 031 - 8534484
  Tempat : Kel. Ibu Panggabean, Taman Aloha C-3 No.1
   
DOA PUASA UMUM
Sabtu, , Pkl. 15.00 WIB
Tempat : Gereja GPdI Agape Jl. Taruna
(Bagi Pelayan Ibadah Raya diwajibkan untuk hadir)

Ibadah pemuda & remaja 
Sabtu, 16 Juli 2011, Pkl 18.30 WIB

Ibadah RAYA UMUM
Minggu, 17 Juli 2011, Pkl  07.00 & 16.00 WIB
(Disertai Perjamuan Kudus)

AGAPE KIDZ
Minggu, 17 Juli 2011, Pkl  10.00 WIB


TUHAN YESUS MEMBERKATI

Jumat, 08 Juli 2011


Masih Ada Harapan

Roma 5:1-5

Dalam bukunya “Through the Valley of the Kwai” (Melalui Lembah Kwai), Ernest Gordon, seorang petugas kepolisian Skotlandia menulis tentang kehidupannya sebagai tahanan perang selama Perang Dunia II. Seorang pria dengan tinggi sekitar 2m yang menderita malaria, difteri, tifus, beri-beri, disentri, dan luka borok di sekujur tubuhnya. Ia harus mengerjakan pekerjaan yang berat dengan keadaan makanan yang tidak layak mengakibatkan  berat badannya kurang dari 46kg.
Keadaan rumah sakit penjara yang kotor dan terlantar, mendorong Ernest yang putus asa untuk minta dipindahkan ke tempat yang lebih bersih, yaitu kamar mayat. Ia berbaring di lantai kamar mayat, ia menunggu untuk mati. Tetapi setiap hari, sesama napi datang untuk membersihkan luka-lukanya dan menyuruhnya menghabiskan makanan yang disediakan untuknya. Napi itu bernama Dusty Miller. Ia seorang yang tenang dan sederhana. Ia terus merawat Ernest sampai kesehatannya pulih. Saat mengunjungi Ernest, Dusty Miller selalu bercerita tentang imannya kepada Tuhan dan menunjukkan kepada Ernest bahwa di tengah-tengah penderitaan masih ada harapan.
Pengharapan yang kita baca dalam Alkitab bukanlah pengharapan yang samar-samar, yang dapat berubah karena keadaan. Sebaliknya, pengharapan dalam Alkitab adalah pengharapan yang kuat dan yakin bahwa apa yang Allah sudah janjikan dalam firmanNya akan Ia genapi. Kesengsaraan atau masalah seringkali menjadi pendorong untuk memunculkan ketekunan, karakter yang kuat menghadapi kesulitan, dan harapan. “Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”  (Roma 5:3-4).
Tujuh puluh tahun lalu, di sebuah kamp tahanan perang yang brutal, Ernest Gordon belajar kebenaran ini melalui pengalamannya sendiri, sehingga ia dapat berkata, "Iman dapat bertumbuh ketika tidak ada harapan lain selain Allah sendiri.” Seperti Roma. 8:24-25 katakan, “Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.” (odb-tdm)


tanya jawab

Pengikut