Roma 1:1-7
Oleh : Pdt. Dasilva H. Sondakh
Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma saat ia berada di Asia Kecil. Pada saat itu, sebagian besar penduduk Roma adalah penyembah berhala. Seperti yang dituliskan Paulus dalam Roma 1:23, “Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.” Namun demikian masih ada sekelompok kecil orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Kehidupan mereka tidaklah mudah, banyak tekanan dan tantangan dari masyarakat maupun pemerintah Roma yang tidak percaya kepada Tuhan. Oleh karena itu Rasul Paulus mengirimkan surat, untuk menguatkan hati jemaat di Roma.
Dalam Yesaya 42:5-7 dikatakan bahwa Tuhan yang menciptakan segalanya dan memberi nafas hidup kepada manusia, telah memanggil kita untuk maksud pe-nyelamatan. Jadi kita dipanggil untuk menerima anugerah keselamatan, yang kemudian memberitakan kabar keselamatan itu sehingga orang lain pun dapat menerimanya.
Rasul Paulus telah memahami dan mengerjakan dengan setia panggilan dan tugas yang Tuhan berikan kepadanya. Hal itu yang ingin dibagikan Paulus kepada jemaat di Roma. Ada beberapa hal yang Paulus ungkapkan agar jemaat di Roma menyadari keberadaannya sebagai orang percaya.
Pertama, Paulus menyebut dirinya sebagai hamba. Hamba = Doulos (keset, tempat untuk membersihkan kaki). Paulus menganggap dirinya sebagai hamba dan Tuhan sebagai tuannya. Tuan = Kurios (penguasa yang tak terbatas). Seorang hamba tidak memiliki kuasa atas apapun dan selalu siap melakukan perintah tuannya. Kita adalah hamba, dan tugas kita adalah melakukan kehendak Tuhan, termasuk mengerjakan tugas yang Tuhan berikan kepada kita. Sekalipun tugas itu tampaknya sulit dan ada banyak rintangan yang harus dihadapi. Kita harus tetap melakukan dengan setia, karena Tuhan tidak hanya memberi tugas, tetapi Ia juga akan memberi pertolongan disaat kita tidak mampu. Sekalipun keadaan sekitar tidak memungkinkan kabar keselamatan itu diberitakan, namun kita tidak boleh takut untuk menyampaikannya. Tuhan kita adalah penguasa yang tak terbatas, sehingga Ia akan menolong kita menembus ketidakmungkinan itu.
Kedua, Paulus menyatakan “dipanggil” sebagai rasul. Setiap panggilan memerlukan sebuah jawaban. Seperti Abraham saat dipanggil Tuhan untuk pergi dari tanah kelahirannya menuju negeri yang dijanjikan Tuhan. Abraham menjawab panggilan Tuhan dengan melakukan seperti yang Tuhan perintahkan. Hal ini juga dialami oleh Musa, Daud, dan tokoh-tokoh Alkitab lainnya. Saat kita dipanggil untuk menjadi umat Tuhan dan memberikan jawaban “ya/bersedia”, maka kita harus melalui proses perobekan daging. Dimana kita harus meninggalkan sifat-sifat dan kebiasaan manusia lama kita, dan mulai hidup sesuai Firman Tuhan.
Ketiga, Paulus menyatakan “dikuduskan” untuk memberitakan Injil. Bagi kita yang sudah menerima panggilan Tuhan dan hidup sesuai standar Firman Tuhan, itulah saat Tuhan menguduskan hidup kita. Tidak lagi hidup di bawah kutuk dosa, melainkan hidup dalam kasih karunia Tuhan, dalam pimpinan Tuhan. Hidup kita akan berlawanan dengan dunia, sehingga seperti Firman Tuhan katakan, “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala” (Mat. 10:16a). Seperti domba yang lemah, kita tidak mungkin menang melawan dunia ini. Akan tetapi, jika kita sudah dikuduskan, maka Gembala kita, yaitu Tuhan Yesus, yang akan menghadapi serigala-serigala itu. Tuhan akan membela kita, sehingga kita akan tampil sebagai pemenang (Rom. 8:37).
Sebagai orang yang dikuduskan, kita memiliki tugas untuk memberitakan Injil. Tidak hanya berkutat dengan pekerjaan kita sehari-hari, tetapi ada pekerjaan besar yang harus kita kerjakan, yaitu membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan. Seperti Petrus dan teman-temannya yang sehari-hari bekerja menjala ikan. Saat bertemu Tuhan, mereka diberi tugas untuk “menjala manusia” (Luk. 5:1-11).
Melalui kehidupan kita, baik sebagai pelajar, pekerja, pelayan; dimanapun kita berada: baiklah kita selalu mengerjakan panggilan dan tugas yang Tuhan berikan dengan setia. Beritakanlah Injil dan bawalah jiwa-jiwa baru kepada Tuhan! Tuhan Yesus memberkati.